Mana Lebih Hemat: Listrik Prabayar atau Pascabayar?

May 3, 2018
16 views

Baru-baru ini PLN hadir dengan terobosan terakhirnya, yakni pemakaian Pulsa Listrik prabayar. Listips prabayar adalah terobosan PLN untuk memberbagi pelanggan mengendalikan pemakaian listipsnya sendiri. Dalam sistem prabayar, pelanggan bayar dimuka untuk membeli energi listips yang bakal dipakaiya.

token listips PLN

Layanan terakhir ini tak sama dengan layanan yang pada umumnya yakni pascacayar. Pada layanan pascabayar biasanya pelanggan terlebih dahulu memakai listips, kemudian bayar tagihan rekening listips dalam periode tertentu setiap bulan sesuai besarnya pemakaian.

Kedua layanan tersebut mempunyai benefitnya masing-masing.
Keuntungan Listips Prabayar

LISTRIK PRABAYAR

1. Pelanggan bisa mengontrol pemakaian listips setiap hari,

2. Pemakaian listips bisa disesuaikan dengan anggaran belanja.

3. Tak bakal terkena anggaran ketelatan.

4. Jaringan luas pembelian listips isi ulang, bisa dibeli di loket pembayaran listips online.

5. Cocok dipakai bagi Kamu yang mempunyai usaha rumah kontrakan alias kamar sewa (kos).

6. Tak bakal terjadi kesalahan pencatatan meteran listips oleh petugas.

7. Sistem rahasia, 20 angka digit pulsa listips hanya bisa diisi ke meteran listips sendiri, tak bisa diisikan ke meteran lain.
Kelemahan Listips Prabayar

1. Apabila pulsa listips habis di waktu yang tak terduga Kamu wajib siap voucher cadangan, Bisa saja saat membutuhkan listips pulsa habis serta listipsnya mati. Namun ada sirine pengumuman ketika listips tinggal 10 kwh.

2. Tak jarang berpersoalan saat bakal mengisi ataupun membeli, tak sedikit permasalahan jaringan internet sedang down, maka Kamu wajib menantikan sementara listips di rumah Kamu telah mati.

3. Meteran lebih sensitif serta mudah rusak.
Lebih Ekonomis Mana?

litips prabayar token listips

Apabila bicara lebih ekonomis mana, keduanya mempunyai plus minusnya masing-masing. Pada layanan prabayar PLN menyediakan opsi kualitas token leluasa alias fleksibel mulai dari Rp 20.000 s/d Rp1 Juta. Tidak hanya tagihan mutlak tersedia berbagai anggaran tambahan semacam anggaran administrasi sebesar Rp1.600 – Rp3.000, sesuai ketentuan bank yang bekerja sama dengan PLN.

Ditambah lagi dengan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) dari pemerintah daerah. untuk Jakarta, PPJ sebesar 2,3 persen dari TDL, alias sebesar Rp3.171. Kedua tipe layanan ini masing-masing dikenai anggaran yang sama.

Kami mencoba membikin ilustrasi tagihan listips dengan layanan prabayar serta pascabayar supaya Kamu bisa membandingkan mana yang lebih hemat. Kita mengutip ilustrasi tagihan ini dari Tempo.co.

Umpama, dalam satu rumah tangga bertarif R-1 TR (1.300 Kilovolt Ampere (kVA)) pemakaian listips sebulan mencakup:
Pemakaian Listips     Besaran     Lama Pemakaian     kWh/hari
1 Seterika     350 watt     2 jam/hari     0,70 kWh/hari
1 Pompa air     150 watt     3 jam/hari     0,45 kWh/hari
1 Kulkas     100 watt     6 jam/hari     0,60 kWh/hari
1 Televisi 20″     110 watt     6 jam/hari     0,66 kWh/hari
1 Rice cooker     300 watt     2 jam/hari     0,60 kWh/hari
6 Lampu ekonomis energi     20 watt     6 jam/hari     0,72 kWh/hari
4 Lampu ekonomis energi     10 watt,     6 jam/hari     0,24 kWh/hari
Jumlah Kebutuhan Listips per Hari
3,91 kWh/hari

Apabila memakai layanan pascabayar jumlah kebutuhan listips per bulannya adalah : 3,91 kWh x 30 hari = 117,30 kWh. TDL golongan R-1 TR adalah Rp 1.352 per kWh. Berarti tagihan listips untuk satu bulannya (Rp 1.352×117,35 kWh) = Rp 158.589.

Jumlah ini tetap wajib ditambah dengan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) dari pemerintah daerah. Untuk Jakarta, PPJ sebesar 2,3 persen dari TDL, alias sebesar Rp 3.171 serta anggaran administrasi PPOB yang berfariasi dari Rp 1.600-Rp 5.000.

Jadi pelanggan butuh bayar Rp 158.589 + Rp 3.171+Rp 2.000 = Rp 163.760 guna bayar tagihan listips pascabayar.

Sedangkan dengan layanan prabayar listips dibayar berangsur-angsur dengan pembelian setidak sedikit 3 kali sehingga pelanggan wajib mengeluarkan: Rp 100.000 (setara dengan 70,1 kWh), Rp.50.000 (setara dengan 33,1 kWh), serta Rp 25.000 (setara dengan 14,1 kWh).

Maka jumlah tagihan yang wajib dibayar dengan tambahan dari PPOB serta PPJ per pembelian pulsa. adalah Rp 100.000+Rp 50.000+Rp 25.000= Rp 175.000.

Manakah yang lebih hemat? Jawabannya adalah kembali lagi pada kebutuhan listips setiap rumah tangga. Pada dasarnya ekonomis tidaknya tagihan tergantung bagaimana Kamu mekegunaaankan energi semaksimal mungkin.

Apabila dengan pascabayar, Kamu tak bisa mengatur kebutuhan Token Listrik rumah tangga dengan prabayar Kamu bisa mengontrol sendiri kebutuhan listips rumah tangga. Apabila memakai prabayar lebih boros Kamu mungkin wajib memperhatikan kembali kebutuhan listips di rumah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan di FacebookBagikan di Google+